oleh

Bupati Puji Gotong-Royong Warga Membangun  SDN dan POS Penimbangan Kepi Ketik

-wartaNews-223 views

Maumere, Wartapedia.id – Saya senang sekali dan mengapresiasi gotong-royong warga Kepi Ketik, yang sudah membangun dua buah ruangan kelas SDN Kepi Ketik, dan juga pos penimbangan balita ini. Saya minta semangat gotong-royong itu terus dipertahankan sebagai modal hebat untuk membangun kampung dan desa kita.” Demikian pernyataan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si, pada saat melaunching penggunaan Pos Penimbangan Balita yang dibangun warga secara swadaya, di Kampung Kepi Ketik, Desa Persiapan Mahe Kelan, Desa (Induk) Egon, Kecamatan Waigete, Jumat (17/01/2020).

Launching itu ditandai dengan penimbangan seorang bayi perempuan oleh Bupati Sikka, didampingi oleh Camat Waigete Even Edomeko, Kepala Puskesmas Waigete Yohanes Eudes Decky, dokter Puskesmas Waigete dr, Fery Irawan, Ketua TP PKK Kecamatan Waigete Ny. Asty Edomeko, dan disaksikan oleh segenap warga Kepi Ketik dan tamu.

“Biarpun sederhana, pos ini akan sangat membantu warga agar hidup sehat, terutama agar semua balita di Kepi Ketik dapat tumbuh-kembang secara sehat,” kata Bupati.

Puluhan warga Kepi Ketik yang terdiri atas 50 Rumah Tangga, 287 jiwa, tergabung dalam 2 (dua) RT itu tampak bahagia menyaksikan peristiwa tersebut.

“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada Bapak Bupati yang sudah resmikan pos sederhana ini, karena mulai sekarang kami tidak harus berjalan kaki turun gunung sejauh 5 (lima) kilo meter untuk mengantar anak kami ke POSYANDU Baobliran,” kata Ketua RT 01 Kepi Ketik, Susana Sina.

TERIMA KASIH KEPADA PARA DONATOR

Sebelumnya, Camat Waigete Ferdinand Evensius Edomeko, S.Fil dalam sambutannya sebagai tuan rumah, melaporkan bahwa proses pembangunan Pos Penimbangan Balita Kepi Ketik merupakan satu-kesatuan dengan pembangunan dua ruangan kelas SDN Kepi Ketik, yang dilaksanakan secara swadaya oleh warga kampung dengan bantuan para donatur.

“Setelah kunjungan Bapak Bupati pada Jumat 19 Desember 2019, warga langsung mengumpulkan berbagai bahan lokal berupa tiang kayu dan usuk serta bambu dari kebun warga. Pada Senin 21 November 2019, warga merobohkan dua buah ruang kelas darurat yang hampir ambruk, dan membangun ruang kelas baru. Tiang-tiangnya dari kayu bulat yang kuat. Dinding dari gedek bambu. Atap dari seng bekas. Tapi kayu usuk dari kebun yang tidak lurus membuat atap seng menjadi sulit dipaku.

“Karena itu, Camat meminta mereka berhenti sejenak untuk mencari bantuan bahan bangunan, dan memperoleh bantuan dari beberapa pihak,” urai Camat Waigete Even Edomeko.

Adapun para donator itu adalah:
Bank NTT Cabang Maumere, yang membantu: seng 40 lembar, semen 20 sak, gedek bamboo 100 lembar, kayu usuk 5×7 sebanyak 20 batang, paku seng 2 dos, paku 7cm 2 dos, paku 5 cm 2 dos.
Media LENTERAPOS.COM, menyumbangkan pasir 2 truk dan kerikil 2 truk.
Bapak Wenslaus Wege (Anggota DPRD Sikka) berupa uang tunai Rp. 1 juta.
Puskesmas Waigete, berupa uang tunai Rp. 500 ribu.
Dinas Sosial, berupa beras dan sembako untuk konsumsi selama kerja.
Swadaya Warga: batu kali, tiang-tiang bangunan, dan tenaga kerja.
Bantuan Tenaga Kerja: dari Tagana Sikka dan Polsek Waigete (pada Rabu 27 November 2019).

Proses kerja dilaksanakan selama 2 minggu, mulai Rabu 27 November 2019 yang dibantu oleh aparat Polsek Waigete dan Tim Tagana Dinsos Sikka. Pekerjaan dua ruangan darurat diselesaikan selama satu minggu, dengan juga membangun fundasi dan lantai lantai kasar dari semen hingga pengecatan.

Minggu berikutnya warga membangun Pos Penimbangan Balita dengan menggunakan material sisa dari pembangunan dua ruang kelas tersebut.

“Atas semua dukungan motivasi, material dan tenaga kerja tersebut, saya atas nama segenap warga Kepi Ketik mengucapkan limpah terima kasih kepada Bapak Bupati Sikka, dan semua pihak donator tersebut,” pungkas Camat Even.***

Waigete, 17 Jauari 2019
Camat Waigete, F. Even Edomeko, S.Fil

Komentar

News Feed