oleh

PMKRI Maumere Menyatakan Sikap Mendukung Tindakan Penegakan Hukum Polresta Kupang Kota

Maumere, Wartapedia.id – Menyikapi dugaan penganiyayaan terhadap Ketua Presidium PMKRI Kupang, Adrianus Oswin Goleng beberapa waktu lalu, dan aksi pengecaman terhadap Brigpol Polce Adu di beberapa daerah, Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere St. Thomas Morus menyatakan sikap mendukung upaya penertiban dan penegakan hukum Satlantas Polresta Kupang. Hal ini disampaikan oleh Petrusius Sawa Seko, selaku Ketua Ad-Hoc PMKRI Maumere pada selasa (21/01/2020)

Lanjutnya, melihat dari kronologis kejadian yang dirilis PMKRI Kupang, Kami hanya menyesalkan perilaku oknum Satlantas Polresta Kupang yang sampai berujung pada tindakan kekerasan fisik. Perlu di lihat lebih dalam akar permasalahannya, pastinya ada hubungan sebab akibat, namun bagaimanapun yang namanya kekerasan fisik tidak dapat dibenarkan apapun alasannya. Masalah ini sebaiknya diselesaikan lewat aturan yang berlaku, tidak perlu menimbulkan reaksi yang berlebihan seperti mencopot oknum yang bersangkutan hingga memunculkan buntut perkara yang tambah panjang, ujar Peto Seko.

Seperti diketahui sebelumnya, pada 19 Januari 2020, sekitar jam 01.00 WITA dini hari, Adrianus Oswin Goleng melaporkan Brigpol Polce Adu, Cs dari Satlantas Polres Kupang di Propam POLDA NTT dengan Nomor Laporan: STPL/3/I/Huk.12.10./2020/Yanduan.

Brigpol Polce Adu, diduga melakukan pemukulan terhadap Adrianus Oswin Goleng, Ketua PMKRI Cabang Kupang di dalam kantor Satlantas Polres Kupang Kota.

Peristiwa tersebut berawal dari kendaraan roda dua bermerk Satria FU yang dikendarai oleh pelapor ditilang oleh anggota Satlantas Polres Kupang Kota di depan Gereja Katedral Keuskupan Agung Kupang sekitar jam 11.00 WITA karena tidak mengenakan helm.

Menurut Oswin, Pelapor yang juga sebagai Korban, Dirinya hanya mempersoalkan SOP penilangan dan lokasi penilangan dirasa mengabaikan kepentingan umum. Karena, menurutnya, di sekitar lokasi penilangan rawan terjadi kecelakaan sebab lokasi itu tepat di pertigaan jalan menurun, berseberangan dengan Gereja Katedral.

Niat Dirinya mempertanyakan informasi dari pihak Satlantas malah diabaikan dan berujung kekerasan fisik.
“Saya dipukul, diintimidasi dan diusir,” ungkap Oswin.

Lanjutnya anggota Polantas Polce Adu menanggapi pertanyaan Kami secara arogan dengan bahasa yang tidak etis. “Kau datang hanya bikin ribut saja goblok,” tutur Oswin meniru ucapan Polce.

Karena tidak menerima perkataan itu, Dirinya kemudian membalas ujaran Brigpol Polce Adu. “Pak, mohon lebih etis dalam berbahasa, sebetulnya kamu yang goblok,” tutur Oswin Goleng.

Tidak menerima dengan perkataan Dirinya, Polce bereaksi dengan melakukan kekerasan secara fisik dan verbal: memukul, intimidasi dan mengusir korban keluar dari kantor secara tidak manusiawi.

Reporter : Kriss Dami

Komentar

News Feed