oleh

Rumah Akan Dieksekusi Pengadilan Hari Ini, Rince Masu Warga Bakunase II Kecewa

-wartaPolitik-1.631 views

Kupang, Wartapedia.id – Samuel Benu, Warga RT.16, RW 06 Kelurahan Bakunase II-Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang akan dieksekusi hari ini, Kamis 23/01/2020 oleh Pengadilan Negeri Kelas I A Kupang sebagaimana informasi Surat Pengadilan Negeri Kupang No. W26.UI/87/HT.04.10/1/2020 tertanggal 8 Januari 2020.

Eksekusi ini terkait hasil keputusan perkara perdata No.210/Pdt.G/2014/PN Kpg, jo Putusan Mahkamah Agung RI No.1784 K/Pdt/2016, antara Cornelis Bilik, dkk sebagai pemohon eksekusi melawan Samuel Benu selaku termohon eksekusi dan yang dimenangkan oleh Cornelis Bilik, dkk.

Ditemui awak media dirumahnya pada Jumat, 18/1/2020 lalu Samuel Benu dan Istrinya, Rince Masu mengaku kecewa dengan hasil putusan MA dan tindaklanjut perintah eksekusi rumahnya oleh Pengadilan Negeri Kupang. Namun sebagai orang kecil ia pasrah karena sudah tidak bisa berbuat apa-apa.

Kekecewaan Samuel antara lain [sebagaimana dituturkan] bahwa; pertama, sasaran dirinya sebagai pihak termohon kurang tepat karena ia bukan pemilik tanah [objek] yang diperkarakan tetapi istrinya [=Rince Masu] yang dihibahkan dari tuanya [alm. Petrus Masu]. Oleh karena itu yang seharusnya menjadi termohon adalah Rince Masu dan bukan dirinya.

Kedua, Alamat rumah Samuel Rumah/objek yang diperkarakan juga salah yakni Kelurahan Batuplat, padahal ia tinggal dan menetap sejak dulu di Bakunase II. Jadi ia bingung sebenarnya obyek yang diperkarakan yang mana dan dimana.

Ketiga, luas lahan yang diperkarakan menurutnya juga keliru karena dalam perkara ditulis luas objek yang diperkaran [=lahan] 2000 M2, sedangkan sesuai sertfikat tertulis luas 1.265 M2.

Terkait hal ini, Rince Masu [istri Samuel Benu] selaku pemegang hak tanah sudah melayangkan gugatan kepada Cornelis Bilik dkk dan termasuk kepada Samuel di Pengadilan Negeri namun tidak dikabulkan Pengadilan Negeri Kupang.

Ketika ditanyai soal langkah upaya PK, Rince menjawab pasrah.

“Kami orang kecil, tidak sekolah tinggi dan tidak paham hukum. Jadi biar kecewa, tetapi sudah, kami pasrah. Saya hanya kecewa, lambang Garuda ada di sertifikat tanah saya [objek perkara] tetapi ternyata itu tidak menjamin hak saya dan tidak memberi rasa adil kepada saya orang kecil.” Ujar Ibu paru baya itu. (ML]

Komentar

News Feed