oleh

Ibadah Puasa dan Pilkada Belu Ditengah Pandemi Covid-19, Inilah Himbauan Ketua MUI.

Atambua, Wartapedia.id – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Mengimbau terkait Ibadah Puasa dan Pilkada Kabupaten Belu ditengah Pandemi Covid-19, bertempat di kediaman Ketua MUI Kabupaten Belu di Kecamatan Atambua Selatan.

Wabah COVID-19 mempunyai dampak yang luar biasa bagi kehidupan sosial politik di Indonesia umumnya dan terkhusus di Kabupaten Belu, Wabah COVID-19 yang statusnya kini ditetapkan sebagai bencana nasional telah mengubah berbagai tata cara kehidupan sosial bermasyarakat dengan aturan protokol kesehatan seperti jarak fisik (physical distancing) dan jarak sosial (social distancing).

Hal ini disampaikan Ketua MUI, Kaliman  Lamarobak, S.pd, MH, melalui pers rilis yang di terima wartawan  Minggu,(17/5/2020).

Dikatakan dengan aturan ini, warga diminta untuk menghindari kerumunan, ditempat umum dan melarang acara-acara yang menghadirkan banyak orang, bahkan ibadah-ibadah keagamaan pun diatur dengan tujuan memutuskan mata rantai penyebaran pandemi COVID-19″, pungkasnya

Menurut Dia hal yang sama pun juga terjadi dibidang politik. Aktivitas yang sangat terdampak dari wabah COVID-19 ini adalah terkait jadwal penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Belu, yang semula rencananya akan diselenggarakan pada bulan September 2020 serentak bersama dengan 261 Kabuapten dan Kota lainnya
harus ditunda dengan pertimbangan kondisi pandemi COVID-19 ini”, tandasnya

Ketiga persoalan ini, merupakan hal-hal penting yang harus jadi perhatian dan pertimbangan bersama, baik pemerintah, lembaga-lembaga sosial dan agama, tokoh-tokoh masyarakat, dan seluruh maayarakat Indonesia”tuturnya

Terkait hal tersebut maka, Ketua MUI Kabupaten Belu mengimbau persoalan-persoalan sebagai berikut:
1. Kami sampaikan selamat menunaikan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan 1441 H. kepada segenap muslimin dan muslimah di kabupaten Belu dan dimana saja berada. Semoga di bulan suci ini kita semua dapat mengalahkan hawa nafsu dan menuju kemerdekaan dalam Idul Fitri .

2. Terkait bulan suci Ramadhan tahun ini, kita dihadapkan pada sebuah kondisi Pandemi COVID-19 maka untuk meminimalisir resiko menularnya virus ini ditengah kehidupan dan aktivitas masyarakat, mari kita berbuka puasa di rumah masing-masing, kemudian sholat terawi di rumah masing-masing bersama keluarga, juga tidak melakukan ibadah berkeliling di kota Atambua, dan untuk sementara waktu Ibadah di Masjid ditiadakan sebagaimana arahan pemerintah. Ujian ini tidak boleh mengurangi iman dan ketakwaan kita, melainkan semakin menguatkan kita untuk takwa kepada Allah SWT, dengan semangat gotong royong dan doa semua umat, kita perangi pandemi COVID-19 ini.

3. Selain itu, kabupaten Belu juga menjadi salah satu kabupaten yang dijadwalkan pilkada serentak di tahun 2020. Oleh karena itu, MUI Kabupaten Belu menyatakan dukungan untuk proses pilkada yang damai dan berintegritas, serta tanpa isu-isu SARA yang mencederai moralitas demokrasi kita. Kami mengajak kita sekalian untuk menolak pemanfaatan tempat ibadah sebagai tempat kampanye politik dan praktek politik praktis. Mari kita bersama menjaga situasi sosial demokrasi yang damai dan bermartabat sehingga berbagai proses politik dan dekokrasi di Kabupaten Belu bisa berjalan sesuai dengan tata peraturan perundang-undangan Negara Indonesia.

Demikian imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belu untuk disampaikan kepada segenap masyarakat Belu umumnya, dan kaum muslimin dan muslimah khususnya untuk diperhatikan dengan bijaksana guna kebaikan hidup sosial kemasyarakatan kita bersama. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan, rahmat dan hidayahnya bagi kita semua di kabupaten Belu tercinta.

Reporter :Kapitan

Editor: Merry Lewar

Komentar

News Feed