oleh

BPS Tingkat Penggangguran Terbuka NTT Naik 0,34 Poin

-wartaNews-104 views

Wartapedia. KUPANG- Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur, Darwis Sitorus saat jumpa pers pada Selasa, 05/11/2019

Darwis mengatakan Tingkat Pengangguran Terbuka NTT Agustus 2019 mencapai 3,35 persen, naik 0,34 poin dari Agustus 2018 sebesar 3,00 persen. Pengangguran di NTT pada Agustus 2019 sebesar 83,0 ribu orang bertambah 8,3 ribu orang dibanding penganggur Agustus 2018 sebesar 74,7 ribu orang.

Darwis menambahkan informasi ketenagakerjaan menunjukan berapa besar jumlah penduduk yang bekerja dan jumlah pengangguran atau pencari kerja. Keterlibatan penduduk dalam angkatan kerja atau Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Agustus 2019 berkurang 1,67 poin yaitu dati 70,17 persen pada Agustus 2018 menjadi 68,50 persen pada Agustus 2019. TPAK laki-laki sebesar 78,92 persen lebih tinggi dibanding perempuan 58,52 persen. Hal ini berkaitan dengan nilai-nilai dalam masyarakat yang menempatkan laki-laki sebagai pencari nafkah sedangkan perempuan sebagai pengurus rumah tangga. Penduduk yang bekerja di NTT pada Agustus 2019 mencapai 2,39 juta orang berkurang 16,9 ribu orang dibanding keadaan pada Agustus 2018 sebesar 2,41 juta orang.

Distribusi penduduk yang bekerja pada Agustus berdasarkan KBLUI 2015 sebagian besar penduduk bekerja di kategori Pertanian sebesar 1,17 juta orang, diikuti kategori Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor (10,97persen) dan kategori Industti Pengolahan ( 10,20 persen).

Dari 2,39 juta orang yang bekerja pada Agustus 2019, sebagia besar bekerja dengan pendidikan kurang dari atau sama dengan SD yaitu sebesar 52,64 persen. Selain itu komposisi pendidikan dati penduduk bekerja yaitu SMP ( 12,76 persen), SMA Umum (16,13 peraen), SMA Kejuruan (5, 99 peraen), Diploma 1/11/111 (2,60 persen)dan Universitas (9,89 persen)

Secara umum, tingkat pendidikan tenaga kerja dapat mencerminkan kualitas tenaga kerja. Pengetahuan tentang karakteristik dan kualitas tenaga kerja berguna sebagai dasar pengembangan kebijakan ketenagakerjaan, terutama pengembangan kesempatan kerja dan peningkatan kualitas SDM yang akan dapat meminimalkan jumlah pengangguran, Pungkas Darwis.

Reporter : Merry Lewar

Komentar

News Feed