oleh

PMKRI Cabang Kupang Datangi KPUD provinsi NTT Pertanyakan Dugaan Suap KPUD Manggarai Barat.

-wartaNews-102 views

KUPANG, Wartapedia. id- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi NTT, menanyakan sejauh mana progres penyelesaian dugaan Suap KPUD Manggarai Barat. Kamis,07/11/2019.

Kedatangan PMKRI disambut oleh Yosafat Koli, komisioner KPUD NTT bidang partisipasi masyarakat dan SDM.

Presidium gerakan kemasyarakatan, Alexius Easton Ance Kepada media mengatakan, 270 kabupaten/kota se-Indonesia yang mengikuti pilkada serentak di NTT ada sembilan kabupaten, salah satunya Kabupaten Manggarai Barat yang sampai hari ini lembaga yang didaulat oleh rakyat untuk menyelenggarakan pesta demokrasi, masih menyimpan sebuah misteri berkaitan dengan proses penyelesaian dugaan kasus suap Robertus V Din ketua KPUD Manggarai Barat, oleh Petronela Madina mantan Caleg PDIP nomor urut 11 Dapil satu kabupaten Manggarai Barat senilai Rp. 70 Juta pada Pemilu 17 April 2019 yang lalu. Ungkap pria yang disapa Esto tersebut.

Lanjutnya Esto menegaskan, sebelum penyelenggaraan PILKADA 2020 mesti harus sudah ada kepastian hukum terkait masalah ini, dan secara kode etik harusnya KPU RI melalui KPUD provinsi NTT memberikan sanksi tegas kepada ketua KPUD Maanggarai Barat. Mestinya urusan perkara etik jangan menunggu ada kejadian dan bukti baru ditindak, tetapi ketika ada indikasi kuat seseorang melakukan pelanggaran kode etik itu mesti harus ditindak untuk mempertahankan marwah/nama baik lembaga.

Selain itu Esto mengatakan tantangan dan kebutuhan kabupaten Manggarai Barat sebagai daerah pariwisata yang semakin kompleks maka sangat dibutuhkan hadirnya seorang pemimpin yang berani, militan, cerdas dan bermoral baik. Pemimpin yang bermoral baik dan kompeten lahir dari proses yang baik dan jujur. Lantas, bagaimana mungkin, akan ada jaminan mulai dari tahapan proses dan pelaksanaan PILKADA di Manggarai Barat berjalan sesuai koridor demokrasi ketika proses demokrasi itu diselenggarakan oleh seorang ketua yang terindikasi cacat moral integritasnya.

“Sebagai putra daerah kabupaten Manggarai Barat, saya sangat meresahkan. Oleh karena itu saya tegaskan KPUD Provinsi NTT harus mampu menyelesaikan kasus ini sebelum PILKADA. Kami juga akan terus mendesak lembaga kepolisian daerah NTT untuk serius menyikapi hal ini. Kami menuntut lembaga kepolisian menuntaskan penyelesaian kasus ini dengan jaminan berkepastian hukum. Persoalan ini, adalah persoalan serius yang mesti disikapi dengan sunguh-sungguh karena yang dipertaruhkan adalah wajah demokrasi kita”.

Para awak media di Manggarai Barat yang belakangan ini mulai diam dan bungkam terhadap kasus ini. “Saya mulai meragukan independensi dan kredibelitas media. Biar bagaimanapun kasus ini, muncul dan menjadi konsumsi publik adalah hasil investigasi awak media. Maka awak media khususnya yang ada di Manggarai Barat pun harusnya turut bertanggung jawab untuk mangawal proses penyelesaian kasus ini”. Harapnya.

Sementara itu Presidium Pengembangan Organisasi, Adrianus Lalu kepada media mengatakan bahwa kehadiran mereka ke kantor KPUD Provinsi NTT adalah bentuk nyata PMKRI sebagai mitra yang terus konsisten mengawal kinerja setiap lembaga negara baik eksekutif, legislatif, yudikatif dan lembaga negara lainnya.

“Kami datang ke KPUD NTT untuk menyatakan dukungan kami terhadap lembaga KPUD NTT yang pada tahun 2020 akan menggelar PILKADA serentak di sembilan kabupaten. Kami juga ingin memastikan bahwa penyelenggaraan PILKADA 2020 berjalan sesuai dengan apa yang menjadi asas dan prinsip pemilu yang termuat dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 15 tahun 2019 tentang tahapan, Program dan Jadwal Pilkada sehingga diharapkan bisa menjalankan sebuah proses PEMILU yang sehat dinegara demokrasi yang kita cintai ini”. Terang pria yang disapa Aris tersebut.

Aris juga mengaskan kepada lembaga KPUD NTT mesti intensif dalam mengoptimalkan peran pengawasan internal terhadap KPUD di daerah kabupaten/kota khususnya daerah yang akan selenggarakan Pesta demokrasi 2020 mendatang. Tutupnya.

Reporter : Epek Bata

Komentar

News Feed