oleh

Memperingati Hari Pahlawan, IMPPAS kupang Gelar Seminar

-wartaNews-227 views

KUPANG, Wartapedia. id – Memperingatai Hari Pahlawan 10 November 2019, Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Sambi Rampas (IMPPAS) kupang menyelenggarakan Seminar Sehari dengan tema ” Membangkitkan Spirit Nilai – Nilai Kepahlawanan Dalam Diri Kaum Muda di Era Mileneal”, di aula Wilma 2, Penfui, jalan Lanudal. Sabtu, 09/11/2019.

Kegiatan tersebut melibatkan narasumber dari Pasi Pers Rem 161/Wira Sakti Mayor Inf Peter G. Untayana, akademisi dosen Fisip Undana Yohanis Jimi Nami, S. IP., dan Dikrektur Bengkel Apek, Vinsen Bureni. Adapun peserta Kegiatan berjumlah 80 orang dari berbagai Perguruan Tinggi di Kota Kupang.

Ketua IMPPAS Kupang Dioni Hilda dalam sambutannya mengakui bahwa sejarah telah melukis kisah perjuangan pemuda terhadap kontribusi bangsa Indonesia. Pemuda diperhadapkan dengan tantangan zaman perkembangan teknologi dan kemajuan ilmu pengetahuan yang mengantar anak bangsa pada suatu titik dimana hubungan sebangsa kerap menjadi utopia belaka, persoalan bangsa kerap didesain sedemikian rupa demi menjawab kepentingan orang atau golongan tertentu. Oleh Karena itu, kami pemuda yang tergabung dalam IMPPAS Kupang memandang perlu melakukan seminar menyambut hari pahlawan. Terangnya.

Dosen Fisip Undana Yohanis Jimi Nami, S. IP., kepada media mengatakan peran pemuda generasi mileneal perlu menanamkan ideologi Pancasila dan merawat ideologi sehingga bisa menjawab tantangan zaman, caranya masuk organisasi dan jadikan organisasi sebagai dapur gerakan, sehingga ideologi bisa diterapkan dalam kehidupan mahasiswa Sekarang.

“Kalau konsep itu memudar tentu dengan mudahnya masuk ideologi lain yang sifatnya destruktif, sebab lemahnya kesadaran mahasiswa mengaplikasikan ideologi pancasila dan itu menjadi akar persoalan mahasiswa Sekarang”. ungkap mantan ketua PMKRI Cabang Jakarta Pusat tersebut.

Tambanya, Jimmi juga mengajak Mahasiswa sekarag harus menggunakan fungsi organisasi sebagai alat untuk menanamkan nilai nilai Ideologi kebangsaan.

Selain itu, pola pendekatan yang dilakukan organisasi terhadap generasi muda sekarang, harus adaptif dengan situasi generasi muda sekarag sehingga bisa menjawab kebutuhan masyarakat sekarag. Jangan sampai peran dunia maya menghilangkan aktivitas dunia nyata, hal tersebut tidak boleh terjadi maka dari itu organisasi harus muncul selaras dengan perkembangan teknologi. Pungkasnya.

Sementara itu Dikrektur bengkel Apek, Vinsen Bureni mengatakan pemuda harus tanamkan jiwa patriotisme sebagai generasi penerus bangsa untuk mencapai perjuangan kesejahteraan masyarakat yang penuh dinamika baik positif maupun negatif.

“Paling banyak terjadi hari ini adalah gerakan radikalisme maka sebagai generasi muda harus mengatasi persoalan ini, supaya nilai nasionalisme sebagai pijakan pemuda dalam mengadapi gerakan radikalisme. Selain itu gerakan anti korupsi yang di lakukan oleh pemuda untuk terlibat aktif mendorong perilaku sampai bahkan melakukan advokasi non litigasi dan litigasi untuk mencegah korupsi”.

Tambahnya, Vinsen juga mengatakan gerakan patriotisme juga harus terhindar dari primordialisme agar tidak berpihak pada kelompok atau suku agama tertentu sehingga ada pada gerakan perubahan untuk masyarakat umum, karena banyak elemen Sekarang berada pada lingkaran jaringan Mafia, sehingga peran pemuda perlu di revitalisasi kembali.

Selain itu Pasi Pers Rem 161/Wira Sakti Mayor Inf Peter G. Untayana memberikan profisiat dan bangga Karena pemuda yang tergabung dalam HIMPPAS Kupang sudah berpikir jauh kedepan tentang nasip kehidupan bangsa ini melalui ruang-ruang diskursus seperti ini.

“Sebagai generasi mileneal harus mengacu pada sejarah perjalanan bangsa, karena bangsa berdiri kokoh dan berjalan sampai saat ini Salah satunya karena peran para pemuda, mulai dari era kebangkitan 1908 Sampai 28 oktober 1928 sumpah pemuda, kemerdekaan 1945, dan 1998 semua di pelopori oleh para pemuda. Karena itu pemuda juga punya kewajiban untuk meneruskan sejarah perjalanan panjang kehidupan bangsa lewat gerakan gerakan seperti ini”. Jelas Mayor Inf Peter G. Tersebut.

Mayor Inf Peter juga mengakui masalah hari ini yang perlu di sikapi pemuda adalah pemikiran yang cenderung radikal dan tindakan radikal.

“Perbedaan pemuda dulu tidak punya alat tetapi punya semangat sehingga menjadi modal untuk kemerdekan ini bisa di capai. Semangat tersebut harus menjadi motivasi bagi generasi muda sekarang karena kita berbicara banyak tanpa semangat maka hanya sebatas konsep tanpa tindakan begitupun harus setia dengan perkara Kecil maka pemuda mampu melakukan hal yang besar”. Ajaknya.

Reporter : Epek Bata

Komentar

News Feed