oleh

AMM Kupang Tegaskan Bupati Sikka Untuk Mempertimbangkan Investasi di Labuan Bajo

-wartaNews-706 views

Kupang, Wartapedia. id – Aliansi Mahasiswa Maumere (AMM) Kupang Menegaskan kepada Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S. Sos, M. Si., untuk mempertimbangkan secara matang mengenai investasi pariwisata di Labuan Bajo pada Tahun 2020 mendatang, Terang AMM Kupang, pada rillis yang di terima Waratpedia. Kamis, 21/11/2019.

Investasi di Labuan Bajo akan memberi efek positif sekaligus negatif bagi perkembangan dan pembangunan pariwisata Kabupaten Sikka.

Hal positifnya dengan berinvesntasi dapat mendongkrak PAD Sikka, karena Labuan Bajo adalah gerbang masuknya wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sedangkan efek negatifpun sangat besar yaitu alokasi anggaran serta prioritas pembangunan menjadi tidak efektif.

Harusnya prioritas pembangunan pariwisata terutama pada spot-spot wisata yang belum terjamah misalnya Air Terjun Tunaohok di Desa Wairterang, jalur tracking menuju Puncak Egon dan Air Panas di Blidit serta masi banyak lagi yang belum tersentuh oleh Pemda Sikka.

Selain itu diprioritaskan fasilitas maupun infrastruktur sehingga akses wisatanya lebih muda terjangkau. Hal ini tentu berimbas langsung pada pengembangan masyarakat ekonomi mikro dan juga PAD Kabupaten Siikka kedepannya.

Sementara itu pembangunan juga harus berorientasi pada peningkatan SDM melalui pelatihan-pelatihan berbasis pariwisata kerakyatan yang ditunjang dengan alokasi anggaran oleh Pemda Kabupaten Sikka.

“Bupati Sikka harus lebih fokus menata pariwisata Kabupaten Sikka agar pengembangan pariwisata semakin maju”. Ungkap Kordum AMM Kupang, Yohanes Fandi.

Fandi juga mempertanyakan untuk apa berinvestasi ke Labuan Bajo kalau kabupaten Sikka juga punya objek wisata. Seharusnya Bupati Sikka beriventasi lebih banyak soal pengembangan pariwisata di kabupaten sikka dengan menjadikan Labuan Bajo sebagai cerminan pembangunan pariwisata dan gerbang utama masuknya
wisatawan. Katanya.

“Banyak objek pariwisata di Kabupaten Sikka yang belum memberi dampak ekonomi bagi masyarakat karena pemerintah belum peka dengan potensi yang dimiliki daerah. Seharusnya pemerintah jadikan pariwisata
sebagai industri untuk pengembangan ekonomi masyarakat Sikka”. Tegas Fandi yang juga Kabid Pedidikan Permasi Kupang tersebut.

Selain itu, Carlos Sada mengatakan apabilla Bupati Sikka masih ngotot untuk berinvenstasi di Labuan Bajo maka anggapan kami bahwa Bupati Sikka gagal paham dalam membangun pariwisata di Sikka. Kami juga menagi janji Bupati mengenai menata kembali teluk Maumere yang sampai hari ini belum terealisasi. Ujar Sekertaris Umum Permasi Kupang tersebut.

Sedangkan ketua Gepsi, Yanto Nong Bola berharap kepada Pemda Sikka untuk membangun pariwisata di Sikka dengan baik dan mempertimbangkan aspek kesejahteraan masyarakat, bukan sebaliknya.

Reporter : Epek Bata

Ediyor     : Merry Lewar

Komentar

News Feed