oleh

Deteksi Dini Penyalahgunaan Narkotika BNNP NTT Melakukan Tes Urine 7.076 Orang

-wartaNews-96 views

Kupang, Wartapedia.id-  Selama tahun 2019 Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTT berhasil melaksanakan tes urine terhadap 7.076 peserta. Tes urine dilaksanakan di 30 lokasi, baik di kantor instansi pemerintah, BUMN, lembaga pendidikan maupun tempat umum (terminal dan arena car free day).

Tes urine dilakukan sebagai deteksi dini, agar masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) baik aparatur pemerintah, pegawai swasta, mahasiswa dan pelajar serta masyarakat umum lainnya, tidak terjerumus dalam peredaran gelap narkotika dan obat-obatan terlarang (narkotika). Meskipun hasil pelaksanaan tes urine selama tahun 2019 menunjukan, tidak ada peserta yang menggunakan atau ditemukan menjadi pengguna narkotika.

Hal ini dijelaskan Kabid P2M BNN Provinsi NTT, Hendrik J Rohi, M.H pada Press Release yang digelar Kantor BNNP NTT, Selasa (26/11/2019). Hendrik J Rohi didampingi Kepala Seksi (Kasie) Pencegahan BNNP NTT, Markus Raga Djara, SH, M.Hum dan Kasie Pemberdayaan Masyarakat BNNP NTT, Lia Novika Ulva, S.KM.

 

“Sesuai amanat undang-undang, tujuan pelaksanaan tes urine adalah untuk deteksi dini kandungan narkotika dalam tubuh seseorang, memberikan edukasi bagi masyarakat, serta meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan masyarakat terhadap penyalahgunaan narkotika,” kata Hendrik J Rohi.

Pelaksanaan tes urine selama tahun 2019 ini, kata Hendrik J Rohi, semuanya dilakukan atas perimtaan instansi pemerintah dan BUMN, serta lembaga pendidikan dan lingkungan masyarakat lainnya. Sehingga tidak menggunakan dana DIPA BNNP NTT (NonDIPA).

Meskipun demikian, kata Hendrik J Rohi, aparatur sipil negara (ASN) instansi pemerintah tingkat Provinsi NTT yang telah menjalani tes urine selama tahun 2019 hanya 5 instansi saja yakni Dinas PUPR NTT, Satpol PP Provinsi NTT, Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Bappelitbangda Provinsi NTT, dan Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT. Instansi pemerintah tingkat Provinsi NTT lainnya belum melaksanakan tes urine.

“Instansi pemerintah lainnya yang menjalani tes urine hanyalah instansi pemerintah yang bersifat vertikal, seperti Korem 161/Wira Sakti, Bank Indonesia Perwakilan NTT, Kanwil Kemenkumham NTT, BIN Provinsi NTT dan lainnya. Sehingga diharapkan ke depan, instansi pemerintah makin disadarkan akan pentingnya tes urine bagi para ASN-nya,” kata Hendrik J Rohi.

Sementara Kepala Seksi (Kasie) Pencegahan BNNP NTT, Markus Raga Djara, SH, M.Hum menambahkan, pihak BNN Provinsi NTT akan terus melakukan soslialisasi dan advokasi untuk mendorong seluruh aparatur pemerintah dari semua instansi serta BUMN/BUMD dan masyarakat umum lainnya, agar mau melaksanakan tes urine sebagai deteksi dini narkoba. Apalagi, ada aturan yang mendorong pemerintah daerah melaksanakan tes urine bagi para ASN.

Sedangkan Kasie Pemberdayaan Masyarakat BNNP NTT, Lia Novika Ulva, S.KM menambahkan, dana untuk pelaksanaan tes urine ditanggung oleh lembaga atau instansi yang mengajukan permintaan pelaksanaan tes urine. Hal itulah yang mengkin menjadi kendala sehingga masih sedikit instansi atau OPD (organisasi perangkat daerah) tingkat Provinsi NTT belum mau melaksanakan tes urine bagi para ASN-nya.

Reporter: Merry Lewar

Komentar

News Feed