oleh

Kelompok Tenun Ikat Korasang Minta Dukungan Bupati Sikka

-wartaNews-305 views

Maumere, Wartapedia.id – Ketua Kelompok tenun ikat Korasang Manu Walu, Desa Takaplager, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Maria Nona Yanti bersama dua orang anggotanya bertemu Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, S. Sos, M. Si dan Ketua TP PKK Kabupaten Sikka, Ny. Maria Cahyani Idong pada Kamis, 05/12/2019.

Dihadapan Bupati Sikka dan ibu, ketiga ibu dari Natar Guru itu meminta bupati agar memberikan perhatian kepada kelompok tenun ikat miliknya dalam hal pelatihan pewarna alam dan pewarna kimia serta tips-tips dalam hal managemen pemasaran.

Selama ini, Kata Ibu Yanti, pihaknya dengan usaha, daya dan kemampuan serta inisiatif untuk pengadaan benang dan pewarna alam hasil kreasi sendiri.

“kelompok kami dengan jumlah anggota 25 orang berusaha keras meskipun masih banyak kekurangan seperti bahan baku dan benang. Kami tetap semangat untuk tenun dengan pewarna alam agar kualitasnya hasil tenunan bisa kami jaga dan kami lestatikan, ” kata ibu Yanti sembari meminta bantuan Bupati Sikka dan Ketua Dekranasda Kabupaten Sikka untuk mencari investor dan pemasaran hasil tenun ikat miliknya.

Menjawab keluhan kelompok tenun ikat korasang manu walu, Bupati Sikka yang akrab disapa Robi Idong, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas usaha dan kreativitas yang sungguh hebat dari 25 perempuan tangguh yang tergabung dalam kelompok tenun ikat Korasang Manu Walu, Desa Takaplager.

Bupati Sikka mengakui bahwa selama ini tenun ikat asli nian tana yang menjadi andalan kaum ibu di Kabupaten Sikka sudah merambah pasaran nasional bahkan internasional. Namun, kata Bupati, untuk mampu menerobos pasaran nasional dan dunia maka perlu jaringan investor. Ia juga membeberkan beberapa nama investor yang saat ini sedang gencar dalam bisnis tenun ikat, dianataranya Toko Jaya Baru Maumere, Ibu Sonya Da Gama dan juga Ibu Julie Laiskodat dan yang lainnya.

” Bupati Sikka juga akan agendakan untuk mengundang para investor tenun ikat dan kelompok penenun untuk berdiskusi dan bisa menampung hasil kerajinan tenun ikat, ” katanya.

Sumber: Humas Sikka

Komentar

News Feed